
Pasar otomotif Indonesia menyambut kembali salah satu nama besar dari negara tetangga Malaysia, Proton, dengan diluncurkannya Proton Iriz. Kehadiran mobil ini membawa banyak ekspektasi, terutama di tengah ketegangan hubungan politik yang sempat meruncing antara Indonesia dan Malaysia. Dalam dunia otomotif, sentimen ini memengaruhi penjualan merek Proton di Indonesia. Setelah peluncuran model sebelumnya yang kurang sukses, Proton-Edar Indonesia seakan kesulitan untuk kembali menancapkan taringnya. Padahal, di negara asalnya, Proton adalah merek yang kuat dan memiliki warisan teknologi dari pabrikan ternama seperti Lotus dan Mitsubishi. Iriz diharapkan bisa menjadi “kuda hitam” yang mengubah peruntungan mereka di pasar Indonesia yang sangat kompetitif.
Desain Unik yang Mencoba Keluar dari Pakem
Saat pertama kali melihatnya, desain Proton Iriz langsung menarik perhatian. Berbeda dari kebanyakan hatchback lainnya yang cenderung memiliki tampilan seragam, Iriz tampil dengan karakternya sendiri. Fasia depannya terlihat orisinal, seolah tidak terinspirasi dari mobil lain. Bumper depan yang sporty memperkuat kesan dinamis, sejalan dengan target pasarnya, yaitu generasi milenial dan keluarga muda. Di Malaysia, mobil ini memang menjadi rival tangguh bagi Perodua Myvi. Sayangnya, untuk penerangan utama, Proton masih menggunakan bohlam halogen biasa, yang terasa ketinggalan zaman dibanding tren LED saat itu.
Beralih ke sisi samping, karakter sporty semakin terasa melalui penggunaan pelek two-tone, side skirt, spion hitam senada dengan atap, dan spoiler belakang yang kokoh. Namun, beberapa pengamat berpendapat, jika atapnya dibuat lebih rendah, siluet Iriz akan terlihat lebih proporsional dan aerodinamis. Sementara itu, desain bagian belakang Iriz memang bukan selera semua orang. Bentuknya yang tidak lazim dan berani keluar dari pakem konvensional layak diapresiasi. Keunikan ini mengingatkan pada desain out of the box seperti Tata Vista, yang juga mencoba mendobrak kebiasaan dalam kategori compact hatchback.

Masuk ke dalam kabin, desain dasbor Proton Iriz terasa kokoh dan khas mobil-mobil Proton yang cenderung konvensional, minim lekukan berani, dan tampil tegas. Penggunaan warna single-tone pada dasbor juga membuatnya terlihat kurang modern jika dibandingkan dengan pesaing di kelasnya yang sudah banyak mengadopsi skema warna dual-tone. Beberapa penempatan tombol terasa kurang ergonomis, sehingga agak sulit dijangkau.
Namun, beberapa elemen interior patut diacungi jempol. Kursinya didesain sporty dengan jahitan merah pada kulit hitam, serta motif kain yang menarik. Setir Iriz juga terasa pas digenggam, kokoh, dan solid. Lebih dari itu, setir ini sudah dilengkapi dengan tombol multifungsi untuk mengontrol fitur head unit dan bahkan menerima panggilan telepon, sebuah fitur yang sangat membantu pengemudi.
Fitur Canggih dan Kepraktisan Sebagai Nilai Jual
Meskipun tampilan luarnya tergolong out of the box, Iriz tidak main-main dalam hal fitur dan kelengkapan. Mobil ini sudah dibekali dengan fitur Smart Entry, yang memudahkan pengendara untuk masuk, keluar, dan menyalakan mesin. Sebagai mobil kompak, kepraktisan menjadi nilai jual utama. Fitur unik lainnya adalah tombol di remote yang bisa membuka pintu bagasi secara otomatis sangat membantu saat Anda membawa banyak barang belanjaan, misalnya setelah berbelanja oleh-oleh di Pasar Ubud. Mobil seperti Proton Iriz sangat ideal untuk mobilitas di kota padat. Jika Anda butuh kendaraan serupa untuk liburan, Anda bisa mempertimbangkan untuk sewa mobil matic Bali agar perjalanan ke destinasi wisata seperti Pura Tanah Lot atau Pantai Kuta terasa lebih nyaman.
Performa Mesin yang Butuh Penyesuaian
Proton Iriz dibekali mesin berkarakter overbore yang bertenaga di putaran atas, namun sayangnya, performa di putaran bawahnya terasa kurang bertenaga. Hal ini menjadi catatan penting, mengingat mobil ini adalah hatchback perkotaan yang lebih sering menghadapi kondisi stop-and-go. Padahal, torsi puncaknya sebesar 120 Nm sudah bisa diraih pada putaran mesin yang relatif rendah. Seharusnya, Proton bisa melakukan penyesuaian pada rasio gigi untuk mengoptimalkan tenaga di putaran bawah, sehingga akselerasi awal terasa lebih responsif. Mengemudi mobil dengan transmisi matic seperti ini sangat cocok untuk menyusuri jalanan ramai di Denpasar sebelum menuju area yang lebih tenang seperti Pantai Sanur.